Internetmarketing adalah jenis promosi di luar Tokopedia yang menggunakan berbagai platform online seperti Google, email, Youtube, Facebook atau Instagram. Internet marketing memiliki dua tujuan yaitu: Memikat calon pembeli baru untuk berkunjung ke produk atau tokomu di Tokopedia; Mempertahankan loyalitas pembeli lama atau pembeli yang pernah
1 Meningkatkan Brand Awareness. Manfaat terbesar dari penggunaan content marketing ini adalah pembentukan brand awareness. Terutama ketika kamu bisa menonjolkan berbagai hal unik yang produk kamu miliki. Cara ini akan membuat banyak orang menjadi tahu tentang keunggulan produk kamu.
Sehinggacalon customer hanya memilih kita dan tidak bisa memilih competitor. 3. Lakukan Yang SEGMENTED dan TARGETED Sehingga Lebih EFEKTIF dan EFISIEN, Bagaimana Kita Memilih DISPLAY, BROSUR, IKLAN. Dan jangan memBRANDING yang hanya banyak mengeluarkan UANG. 4.
Tahapanmarketing funnel terbagi menjadi 5 kategori: Awareness / Sadar (TOFU). Pada tahap ini, tujuan dari semua kegiatan pemasaran adalah untuk membuat calon pembeli atau target pasar menyadari keberadaan brand Anda. Selain itu, cobalah juga untuk membuat brand Anda mudah diingat banyak orang.
Setelahmengklik postingan tersebut, calon pelanggan akan diarahkan ke bagian khusus situs web NYX, yang didedikasikan untuk suatu produk tertentu. Di sini mereka dapat memilih di antara beberapa opsi, yang memenuhi kebutuhan mereka. Tahap ini merupakan tahap evaluasi. Pada tahap akhir, pelanggan dapat membeli produk dalam dua klik.
CaraKerja Pemasaran Internet Internet Marketing sebagai Sumber Penghasilan (Source of Income) 1. PPC (Pay Per Click) 2. PPS (Pay Per Sale) 3. PPL (Pay Per Lead) 4. Menjual Produk Sendiri atau Produk Orang Lain 5. Pelelangan (Online Auction) Internet Marketing untuk Promosi Online (Traffic Generation) 1. SEO (Search Engine Optimization) 3.
Contentmarketing adalah strategi pemasaran dimana kita merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten yang mampu menarik audiens yang tepat sasaran, kemudian mendorong mereka menjadi kustomer. Tahapan yang dilalui oleh seorang calon kustomer mulai dari pengenalan hingga pembelian. Setelah membaca panduan-panduan sebelumnya anda
TahapanBelajar Digital Marketing #1 Belajar‍. Di tahap ini kamu perlu mempelajari teori dan konsep digital marketing. Kamu bisa membaca artikel dan buku tentang digital marketing, menonton video dan mendengarkan podcast tentang digital marketing, dan belajar dari mereka yang lebih ekspert.
Funnelingmarketing adalah bentuk lain dari visibilitas dalam setiap tahap yang berhubungan dengan pelanggan atau customer journey. Marketing funnel dan sama-sama menjelaskan proses seseorang dari tidak mengenal brand, mengenal, menimbang-nimbang, melakukan pembelian, menilai produk, hingga menjadi pelanggan setia.
Berikutini ada beberapa cara marketing online sebagai panduan lengkap bagi pemula bisnis yaitu: Membuat Database Konsumen Di tahap awal ini hal yang harus dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan dan membuat database konsumen, agar berguna mengenali karakteristik konsumen. Mengevaluasi Kembali Konsumen
Darisini, dapat kita simpulkan bahwa pengertian digital marketing adalah strategi untuk mendapatkan konsumen dengan memanfaatkan berbagai perangkat (tools) digital berbentuk fisik maupun non-fisik. Ada beberapa kelebihan dari metode digital marketing dibandingkan pemasaran konvensional, di antaranya: 1. Hemat Biaya.
TahapanProses Pemasaran Memahami nilai dan kepuasan terhadap konsumen Pengaruh Lingkungan Lingkungan Internal Lingkungan Eksternal Strategi Pemasaran dan Lingkungan Pemasaran Melakukan iklan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen Pelayanan dari tim perusahaan kepada konsumen Mengadakan promo, bazar dan pameran Menawarkan garansi produk
Tahapankedua membahas tentang analisis mengenai kesempatan yang terhampar dalam pasar dan mengacu pada langkah pertama konsep bisnis, yakni mengumpulkan data offline dan online untuk menjadi acuan persaingan dalam dunia marketing (3) Formulating the Marketing Strategy
Internetmarketing secara sederhana disebut sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menarik minat calon pelanggan supaya mau menggunakan layanan atau membeli produk yang dijual pada sebuah website toko online. Sebenarnya, kegiatan periklanan ini sama halnya dengan iklan yang ditayangkan pada televisi atau majalah untuk menarik minat pembeli.
A Tahapan pembicara internet marketing jogja yang pertama adalah menganalisa peluang pasar serta melakukan pengumpulan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini akan menimbulkan kesempatan. Pengidentifikasian yang dilkukan pembicara internet marketing jogja pada tahap ini bertujuan untuk menentukan daerah mana yang kemungkinan akan
b74b. Content marketing dinilai sebagai bentuk pendekatan dalam kegiatan pemasaran yang efektif saat ini karena kemampuannya menghasilkan banyak konten unik untuk sasaran pasar yang beragam. Dan untuk bisa menjalankannya secara optimal, kita memerlukan strategi content marketing yang demikian, maka makin besar kemungkinan kita mendapatkan manfaat dari program ini. Entah itu meningkatnya kredibilitas brand, meningkatkan efisiensi biaya, hingga lancarnya kegiatan edukasi terhadap konsumen tentang produk atau layanan yang strategis content marketing juga semakin tinggi, karena setiap tahapan dalam kegiatan itu bisa dipantau secara jelas dan terukur untuk dioptimalkan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, program pemasaran bisa terus dikembangkan secara berkala. Program content marketing juga sebaiknya didukung pula dengan aktivitas pemasaran melalui paid media, di mana dampaknya lebih efektif dan cukup berpengaruh pada pertumbuhan bisnis.‍Baca juga Apa Itu Content Marketing? Tipe Content Marketing Apa yang Bisa Saya Jalankan?‍Namun, untuk mendapatkan berbagai manfaat content marketing dan mencapai hasil yang diharapkan, pemasar meski memiliki strategi yang kuat. Apa saja hal-hal yang penting diperhatikan saat membuat strategi content marketing agar efektif membantu kita mencapai tujuan?1. Riset sebagai dasar strategi content marketingIni merupakan tahap pertama namun cukup krusial dalam rumusan strategi apa pun; termasuk juga perlu dilakukan sebelum kita benar-benar membuat strategi content marketing dan masuk ke dalam tahap perencanaan. Berikut ini empat pertanyaan yang harus dijawab pemasar terkait tahapan iniAudiens"Konten seperti apa yang bisa membantu konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian?"Kompetitor"Apa saja jenis konten yang sudah digunakan oleh brand sejenis lainnya? Apa yang bisa dipelajari dari strategi pemasaran mereka termasuk seperti 'channel apa saja yang mereka gunakan untuk memasarkan produknya', atau hal baru apa yang belum mereka tawarkan?"Media"Di mana biasanya audiens yang disasar mencari informasi tentang suatu produk atau layanan?""Siapa figur berpengaruh yang memengaruhi mereka? Di saluran online mana biasanya mereka berinteraksi?"Tren"Apa yang sedang ramai dibicarakan konsumen ketika berinteraksi di media sosial atau media online?""Apa topik yang biasanya menarik perhatian mereka?"“Apa yang menarik perhatian mereka?”"Apa saja pertanyaan yang biasanya mereka lontarkan? Apa yang ingin mereka tahu atau menjadi kegelisahan sehari-hari?""Bagaimana cara mereka mencari informasi untuk menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi sehari-hari?"Untuk menjawab sederet pertanyaan inilah, pemasar harus melakukan riset pemasaran yang tepat. Ada berbagai metode riset yang bisa digunakan, mulai dari cara konvensional seperti survei konsumen, wawancara, hingga metode netnography dan social media mendukung kelengkapan data itu juga, pemasar bisa melakukan competitor audit, untuk memahami kegiatan yang dilakukan brand sejenis lainnya; tentang bagaimana mereka melakukannya, juga peluang yang bisa juga Peran content marketing membantu membangun kredibilitas brandPemasar juga perlu mengenali lanskap media online dengan baik, untuk mengetahui media online yang tepat terkait audiens yang menjadi target pemasaran. Hal ini termasuk memetakan berbagai figur berpengaruh di internet dan media sosial. Serta tentunya, pemasar sudah semestinya memahami lanskap media berbayar di internet digital paid media.Penting untuk diingat bahwa riset harus dilakukan dengan instrumen, alat kerja, juga proses yang tepat dalam pengumpulan data, juga interpretasi dan penafsiran yang mendalam, serta mampu merefleksikan kondisi sebenarnya.‍2. Rencana pelaksanaan program content marketingTahapan berikutnya dalam membuat strategi content marketing adalah perencanaan. Pada tahap ini, pemasar menentukan hasil seperti apa yang dikehendaki; mulai dari apa persepsi serta dampak yang diinginkan terhadap brand, hingga perubahan perilaku audiens yang tahap ini pula pemasar merencanakan kapan konten yang digunakan untuk tujuan edukasi dan informasi akan dijalankan, serta kapan konten yang bertujuan menghibur dan menginspirasi "dimainkan". Terkait hal ini, pemasaran juga menentukan area fokus pada konten yang akan dibuat, juga termasuk jenis dan format konten yang akan digunakan.‍Pencapaian dari tahap ini adalah terciptanya gambaran yang jelas tentang anggaran atau biaya yang diperlukan untuk produksi dan promosi atau distribusi konten. Dalam hal ini termasuk kerangka waktu timeline, serta tahapan aksi yang perlu dilakukan untuk menjalankan kegiatan content marketing.‍3. Cerita yang akan disampaikanHal ini menyangkut pengembangan strategi konten saat tahap perencanaan; biasanya terkait pengembangan konsep cerita yang akan disampaikan brand dalam berbagai bentuk konten yang terencana. Kekuatan cerita atau konten merupakan salah satu faktor terpenting dalam content di sini tidak dibangun untuk sekadar menjadi alat pemasaran saja, tapi juga mesti dilihat sebagai cara untuk membangun hubungan dengan konsumen dan pelanggan, mengukuhkan citra dan kredibilitas brand, hingga menjawab perhitungan mereka saat mempertimbangkan produk atau layanan yang akan akan menjadi "nyawa" dari brand storytelling dalam kegiatan content marketing, serta berperan sebagai landasan untuk pengembangan konten dari waktu ke waktu. Proses pengembangan konsepnya harus memperhitungkan keselarasan dengan visi, misi, serta tujuan taktis dari aktivitas pemasaran brand; termasuk juga kesan seperti apa yang ingin ditanamkan pemasar di benak konsumen, sebagai dampak dari konsumsi cerita ini juga menjadi panduan yang wajib diikuti dalam proses kreasi dan produksi konten.‍4. Proses kerja dan tahapan operasionalSetelah detail perencanaan dan konsep cerita, tahapan berikutnya adalah menentukan teknis operasional strategi yang sudah dirumuskan, agar bisa dipastikan berjalan sesuai dan bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Pada tahap ini, seorang pemasar harus memusatkan perhatiannya pada uraian pengaturan situs, proses produksi, dan instalasi konten, serta teknis hal ini, semisal, pemasar menentukan seperti apa tampilan dan cara kerja situs atau saluran yang akan digunakan. Contoh, pada perencanaan blog, di tahap ini pengelola brand memilih desain dan navigasi situs yang mudah ditelusuri, ideal diakses via ponsel/mobile friendly, serta memiliki fitur Call-To-Action CTA yang selanjutnya adalah menyusun bagaimana konten akan dijalankan dan tahapan mengunggahnya, hingga mengaturnya agar tidak berulang dan bisa berjalan sesuai perencanaan dan konsep tahap ini pula, pemasar mesti merencanakan bagaimana konten didistribusikan; semisal menggunakan paid promotion di tahap awal/periode waktu tertentu untuk meningkatkan jumlah pengunjung, atau menyertakan strategi promosi konten lainnya untuk menjaring awareness audiens yang disasar lewat saluran yang dipakai dalam kegiatan content marketing tersebut.‍5. Pengukuran efektivitas dan efisiensiDan tentunya, memastikan metode pengukuran juga termasuk dalam langkah penting membuat strategi content marketing. Sebuah survei dari Content Marketing Institute menunjukkan 33 persen pemasar Business-to-Business B2B dan 41 persen pemasar Business-to-Consumer B2C mengaku tidak memahami metode pengukuran yang tepat untuk kegiatan content perlu dipahami dulu adalah, bahwa content marketing merupakan kegiatan pemasaran yang membutuhkan proses panjang, untuk bekal pemasar menentukan metrik yang tepat untuk mengukur efektivitasnya.‍Baca juga Kiat menyusun program content marketing berdasarkan tujuan pemasaran‍Selain itu pula, pemasar juga harus memahami berbagai jenis metrik untuk mengukur kesadaran awareness, keterlibatan engagement, hingga rasio konversi sebagai ukuran sukses kegiatan pemasaran digital; lebih dalam lagi, mampu menganalisanya sebagai informasi berbasis data yang bisa memperkuat pengembangan strategi dari waktu ke hal ini, pemasar harus melihat kembali tujuan utamanya melakukan content marketing, untuk kemudian menentukan indikator yang tepat sebagai tolak ukur keberhasilan atau KPI Key Performance Indicator. Metriknya bisa jadi unique views, leads, cost per view, cost per lead, dan masih banyak lagi; tergantung jenis konten dan saluran yang digunakan dalam kegiatan content Anda hendak menjalankan kampanye Content Marketing dan ingin terhubung dengan jejaring kreator konten, media massa, dan influencer media sosial yang siap membantu program content marketing dan sponsored content yang Anda jalankan, klik di sini untuk memasukkan Creative Brief brand Anda!You must be a premium member to view the full contentSorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!Subscribe!
Proses marketing atau pemasaran adalah sesuatu yang mesti diperhatikan ketika seseorang atau suatu perusahaan hendak mengenalkan dan menawarkan produk atau jasanya kepada masyarakat. Tanpa marketing yang baik, produk atau jasa tertentu memiliki peluang kecil untuk dilirik oleh target pasar yang sudah diincar. Pengertian Marketing Ada beberapa pengertian marketing yang sudah pernah dipaparkan oleh para ahli. Namun, secara umum, marketing bisa diartikan sebagai rangkaian kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Menurut Kotler & Armstrong 2008, marketing atau pemasaran adalah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. Sementara, menurut Chaffey 2009, marketing adalah proses manajemen yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengantisipasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan secara menguntungkan. Jenis Strategi Marketing Mengutp Accurate, terdapat beberapa jenis strategi marketing. Hal ini bermaksud, di antaranya untuk menganalisis kebutuhan bisnis, memahami target pasar, dan spesifikasi produk. Dua jenis utama strategi pemasaran adalah pemasaran bisnis ke bisnis business-to business/B2B dan pemasaran bisnis ke konsumen business-to-consumer/B2C. Bentuk marketing yang paling umum adalah B2C. Berikut beberapa jenis strategi marketing yang lazim dilakukan. 1. Mulut ke Mulut Strategi pemasaran mulut ke mulut termasuk yang terpenting. Sebab hal ini sepenuhnya bergantung pada kesan apa yang ditinggalkan oleh konsumen setelah mencoba produk tersebut. Ketika layanan yang diberikan berkualitas, konsumen tidak segan-segan untuk mempromosikannya dari mulut ke mulut. 2. Cause Marketing Jenis strategi pemasaran ini menghubungkan layanan dan produk perusahaan dengan penyebab atau masalah sosial tertentu. 3. Iklan Berbayar Iklan berbayar mencakup pendekatan tradisional, seperti televisi dan iklan media cetak. Seiring perkembang teknologi saat ini, salah satu pendekatan pemasaran yang cukup populer adalah pemasaran internet. 4. Undercover Marketing Jenis strategi marketing ini juga dikenal sebagai pemasaran siluman. Sebab, pemasaran produk yang dilakukan tidak diketahui oleh calon konsumen. 5. Pemasaran Internet Pemasaran ini dilakukan dengan mengedarkan produk di internet dan dipromisikan di berbagai platform dengan berbagai pendekatan. Tahapan Marketing Ada beberapa tahapan marketing yang mesti dilalui untuk memastikan produk siap dijual-belikan Ideation Mengembangkan ide adalah proses penting dalam tahapan marketing. Tentukan apa yang hendak dijual, berapa banyak pilihan yang tersedia, dan bagaiman cara menyajikannya kepada konsumen. Riset dan Pengujian Sebagai bahan pertimbangan sebelum memasarkan produk, biasanya dilakukan riset atau pengujian pasar. Hal ini dilakukan, di antaranya untuk mengukur minat konsumen, menyempurnakan ide, sampai menentukan harga produk. Periklanan Informasi yang telah diperoleh dari proses riset dapat digunakan untuk menentukan strategi penjualan dan membuat kampanye periklanan. Namun sebelum itu, tentukan tolak ukur konkret untuk mengukur efektivitas kampanye periklanan. Menjual Tentukan di mana dan bagaiman rencana untuk menjual produk kepada pelanggan. Konsep 4P dalam Marketing Meneruskan Glints, dalam buku "Basic Marketing A Managerial Approach 1960", McCarthy memperkenal suatu konsep marketing yang merupakan gabungan faktor penentu atau yang dapat memengaruhi setiap keputusan masyarakat terhadap produk atau jasa yang bereder. Konsep tersebut terdiri dari product, price, place, dan promotion. 1. Product Hal pertama yang mesti diperhatikan dalam marketing adalah produk yang hendak diedarkan. Produk dapat memengaruhi masyarakat dan hal ini tidak hanya sekadar membutuhkan produk atau jasa yang sudah jadi, namun juga bagaimana produk atau jasa tersebut ditampilkan. 2. Price Setelah produk, pemilik produk atau jasa mesti menentukan harga dari buah produksinya. Harga bisa ditentukan dengan memeriksa harga kompetitor atau melihat sejauh mana target pasar siap atau bersedia membayar demi produk atau jasa tersebut. 3. Place Place atau tempat mengacu pada proses distribusi dari barang atau jasa yang ditawarkan. Konsep ini menyangkut seberapa luas jangkauan produk dan jasa yang ditawarkan, siapa sasarannya, dan bagaimana agar calon pembeli bisa mendapatkan produk tersebut dengan mudah. 4. Promotion Promosi mencakup iklan, acara, atau diskon yang meningkatkan pemahaman terhadap produk serta mampu menarik minat calon pembeli untuk membeli produk. Tujuan Marketing Marketing dilakukan dengan berbagai tujuan, yang paling utama ialah meningkatkan penjualan. Dengan penjualan dan jumlah konsumen yang meningkat, suatu bisnis akan terus memeroleh modal untuk melanjutkan usahanya. Selain meningkatkan penjulan, marketing juga dilakukan untuk menghasilkan prospek, memeroleh pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama, up-sell and cross-sell, meningkatkan brand awarness, meningkatkan kepuasan pelanggan, meluncurkan produk atau solusi baru, re-brand atau re-position, hingga membuat lebih banyak orang berkunjung ke situs web.
- Keuntungan yang dapat diberikan dengan adanya penggunaan internet marketing ini bagi perusahaan yaitu mampu menjangkau berbagai konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi oleh pesaing, target adalah konsumen yang telah terbagi ke dalam kelompok dan mengembangkan dialog berkelanjutan. transaksi binis secara elektronik dan dengan biaya yang rendah, email dan data files dapat dipindahkan kepada konsumen yang terpilih atau semua konsumen dalam hitungan detik, jalur proses penjualan langsung dari produsen ke pengguna tanpa harus melewati jalur distribusi klasik, dapat menambahkan produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencana penjualan dengan sangat cepat, dapat melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, langkah-langkahnya dan hasil yang didapat, dapat mengawasi pesaing, menciptakan dialog antara perusahaan dengan konsumen, dapat mendistribusikan program dan informasi tentang produk melalui email atau file marketing lebih menekankan pada konsep pull medium daripada push medium. Bentuk pemasaran ini pada dasarnya merupakan situs publik yang sangat besar dijaringan komputer dengan berbagai tipe yang berbeda dan berasal dari berbagai negara di seluruh dunia satu sama lainnya ke dalam suatu wadah informasi yang sangat besarBerikut adalah Beberapa Tahap Membuat Internet marketing1. Framing the Market Opportunity Membentuk Peluang Pasar Tahap pertama dalam internet marketing membentuk peluang pasar dan mengumpulkan data dari sistem online maupun offline untuk menciptakan penilaian peluang. Pada tahap ini terdapat 6 bagian dari suatu metodologi sederhana untuk mengevaluasi dan membentuk peluang pasar, antara lain Mengidentifikasi Peluang dalam Value System Baru atau yang ada. langkah pertama dari membentuk peluang bisnis adalah secara luas mengidentifikasi tempat dimana perusahaan baru akan ikut serta. Tujuannya adalah untuk mendeklarasi apa yang ada di dalam dan di luar pertimbangan model bisnisMengidentifikasi Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi. menciptakan nilai baru didasarkan pada pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik. Pelanggan dapat saja berpindah ke produk atau jasa perusahaan lain apabila perusahaan tidak mampu memenuhi kebutuhan dan mengkomunikasikan valuenya secara efektif kepada Target Segmentasi. Perusahaan harus mengetahui konsumen yang atraktif yang akan dikejar, pengalaman yang dibutuhkan oleh konsumen, memberikan penawaran yang menarik untuk pelanggan, mengetahui batasan-batasan yang harus dilewati perusahaan untuk bisa mengajak konsumen ikut serta dalam Peluang berdasarkan Sumberdaya perusahaan untuk Keuntungan. Sistem sumber daya resource system adalah sekumpulan aktivitas– aktivitas individu dan organisasi serta asset yang terpisah, yang jika disatukan bersama akan menciptakan kapabilitas bagi organisasi. Kapabilitas ini memungkinkan perusahaan untuk melayani kebutuhan–kebutuhan Daya Tarik Peluang Kompetitif, Teknologi dan Keuangan. Terdapat beberapa faktor yang dapat digunakan untuk menentukan ciri dan skala peluang seperti, Intensitas Persaingan, Dinamika Pelanggan, Kerentanan Teknologi, Mikro Penilaian ”Go/No Go”. Tahap ini menentukan apakah perusahaan akan mengambil keputusan. Go atau No-Go dari hasil analisis ke dalam tahap implementasi, dengan membuat aplikasi emarketing, maupun tidak perlu dilanjutkan karena kurang memenuhi persyaratan atau tolak ukur dari analisis terhadap beberapa faktor. 2. Formulating the Marketing Strategy Memformulasikan strategi pemasaranStrategi pemasaran meliputi segmentasi segmentation, penentuan sasaran targeting dan penentuan posisi positioning. Strategi ini kemudian di dukung oleh program pemasaran yang melibatkan putusan yang terkait dengan marketing-mix yang meliputi harga price, produk product, promosi promotion dan distribusi distribution.3. Designing the Customer Experience Mendesain pengalaman pelangganPengalaman pelanggan customer experience merupakan persepsi dan interpretasi yang ditargetkan terhadap konsumen pada semua rancangan yang dialami ketika berinteraksi dengan perusahaan. Perusahaan harus memahami jenis pengalaman pelanggan yang perlu dihasilkan untuk memenuhi peluang pasar. Pengalaman tersebut harus berkorelasi dengan strategi pemasaran dan positioning perusahaan. Pengalaman pelanggan customer experience biasa didefinisikan sebagai interpretasi dari pertemuan lengkap pemakai situs, dari pandangan awal pada homepage sampai pengalaman pembelian, meliputi keputusan seperti apakah akan membuat sebuah shopping Crafting the Customer Interface Merancang interface bagi pelangganinterface merupakan representasi virtual dari pemilihan nilai proposisi suatu perusahaan. Internet telah mengubah tempat pertukaran dari marketplace seperti interaksi face-to-face menjadi marketspace seperti interaksi screen-to-face. Perbedaan utama sifat hubungan pertukaran sekarang ditengahi oleh interface teknologi. Dengan perpindahan dari hubungan antarmuka people–mediated menjadi technology–mediated, terdapat sejumlah pertimbangan perancangan interface yang Designing the Marketing Program Merancang program pemasaranSetelah melalui tahap satu sampai tahap empat, perusahaan seharusnya telah mempunyai arah strategi yang jelas. Perusahaan telah memutuskannya berdasarkan berdasarkan pada segmen pasar dan posisi yang spesifik. Pada tahap ke-5 ini akan mendesain serangkaian tindakan pemasaran untuk memindahkan target pelanggan dari kewaspadaan awareness menjadi suatu Leveraging Customer Information Through Technology Memperluas informasi pelanggan melalui teknologiDalam lingkungan yang terfokus pada pelanggan, perusahaan harus dapat bertindak berdasarkan 3 keputusan kunci berikut ini Memilih target pasar dengan strategis Market Research. Mempelajari lebih lanjut tentang pelanggan dan strategi peralatan yang akan digunakan dalam mendapatkan pelanggan yang ditargetkan Database. Menilai keuntungan jangka panjang dari pelanggan dan mempertahankan pelanggan inti Customer Relationship Management7. Evaluating the Marketing Program Mengevaluasi program pemasaranPada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap keseluruhan program pemasaran untuk mengetahui apakan suatu program pemasaran sudah mencapai sasaran. Untuk menentukan hasil pemasarannya, perusahaan dapat menggunakan parameter metriks untuk mengukur kesuksesan dari program internet marketing tersebut cocok dengan objektif dari Lengkap Internet MarketingInternet marketing menciptakan perubahan prilaku yang mendasar dalam bisnis dan konsumen serupa dengan yang terkait dengan pengenalan mobil dan telepon yang mengurangi kebutuhan untuk pendekatan channel. e-marketing menggunakan internet sebagai..SelengkapnyaApa Manfaat internet marketing?Pemasaran online memberikan manfaat pada konsumen maupun marketer. Manfaat tersebut memberikan keuntungan bagi konsumen dan marketer Kotler & Armstrong, Principles of Marketing, 2010, p. 516... SelengkapnyaPengaruh Internet MarketingPerkembangan dunia bisnis dan semakin kuatnya persaingan, membuat perusahaan merasa terbebani dalam menjalankan bisnis mereka. Hal tersebut membuat para pembisnis mengeluarkan strategi pemasaran yang efektif untuk mendapatkan laba dan mempertahankannya. Salah satu...Selengkapnya
Pada zaman yang serba digital seperti sekarang ini, internet marketing merupakan suatu ilmu yang wajib dipelajari bagi para pemilik bisnis maupun ahli marketing. Pada saat ini tanpa menggunakan internet marketing, kamu tidak akan bisa bersaing dalam dunia bisnis. Hal tersebut dikarenakan dengan menggunakannya, kamu akan bisa menarik banyak customer dalam waktu yang bisa dibilang cepat atau singkat. Pembahasan pada artikel kali ini sangat cocok bagi kamu yang masih pemula dalam pemasaran berbasis internet. Apa Itu Internet Marketing? Secara sederhananya internet marketing adalah salah satu jenis pemasaran yang memakai berbagai platform online atau yang terhubung dengan internet sebagai medianya. Rafi Mohammed et al 20024 menyatakan bahwa “Internet marketing is the process of building and maintaining customer relationship through online activities of facilitate the exchange of ideas, product, and service that satisfy the goals of both parties.” “Artinya Internet marketing adalah suatu proses membangun dan juga menjalin relasi dengan para pelanggan melalui kegiatan online untuk memfasilitasi pertukaran ide, produk, dan jasa dimana kepuasan menjadi tujuan dari keduabelah pihak.” Sedangkan Dave Chaffey et al 20006 menyatakan bahwa “Internet marketing is the application of the internet and related digital technologies to achieve marketing objective.” “Artinya Internet marketing adalah suatu aplikasi internet dan teknologi digital yang terkait untuk mencapai tujuan pemasaran.” Oke, dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa internet marketing adalah suatu proses yang memakai internet dan sejenis teknologi digital dalam bidang pemasaran untuk membangun relasi dengan para customer dan menawarkan produk barang atau jasa guna untuk memuaskan kebutuhan customer. Manfaat / Keuntungan Internet Marketing Apabila dibandingkan dengan marketring secara konvensional, internet marketing ini mempunyai manfaat atau keuntungan tersendiri baik itu bagi konsumen maupun bagi para pelaku usaha atau marketers. Berikut ini merupakan beberapa manfaat atau keuntungan dari internet marketing. Bagi Konsumen Berikut ini merupakan beberapa manfaat atau keuntungan pemasaran melalui internet yang dapat dirasakan oleh konsumen. 1. Convenient Convenient disini maksudnya adalah konsumen atau pelanggan tidak perlu lagi harus terjebak kemacetan, susah payah menemukan tempat parkir, dan berjalan kaki melalui banyak toko untuk dapat menemukan produk. Dalam hal ini konsumen atau pelangga dapat membandingkan merek, membandingkan harga, dan dapat memesan produk 24 jam sehari dari lokasi manapun selama terhubung dengan internet. 2. Easy and Private Dalam hal ini konsumen akan sangat dimudahkan, karena bisa melakukan transaksi kapan pun dan dimana pun selama terhubung dengan internet. Selain itu konsumen juga akan menghadapi sedikit perselisihan dalam transaksi dan tidak perlu untuk menghadapi penjual atau membuka diri terhadap bujukan maupun hubungan emosional. 3. Information Dengan melalui jaringan internet para konsumen akan mampu mendapatkan akses terhadap perbandingan informasi yang berlimpah tentang perusahaan dan juga produk. 4. Interactive and Immediate Maksudnya adalah para konsumen dapat melakukan interaksi dengan situs penjual untuk dapat menemukan berbagai informasi yang tepat tentang produk atau layanan yang mereka inginkan, kemudian memesan atau mendownloadnya secara langsung. Bagi Pelaku Bisnis atau Marketers Berikut ini merupakan beberapa manfaat atau keuntungan pemasaran dengan melalui internet yang dapat dirasakan oleh pelaku bisnis atau marketers. 1. Mempunyai Jangkauan Luas Kamu bisa membayangkan pada saat media pemasaran hanya terbatas pada media cetak, radio dan televisi. Walaupun ketiga media tersebut banyak diminati oleh orang, akan tetapi target konsumen atau audiens belum tentu menyimak promosi yang kamu buat. Pada saat sekarang ini, hampir semua orang memakai internet untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari belanja sampai dengan melakukan investasi. Selain itu, promosi yang sudah kamu buat ini dapat diakses oleh audiens selama 24 jam. Hal tersebut tentu saja orang dengan jam produktif yang berbda – beda pun dapat melihat promosi yang sudah kamu buat. Dengan demikian jangkauan audiens kamu akan semakin luar, dan tentu saja bisnis yang kamu jalani akan semakin berkembang. 2. Alat yang Bagus Membangun Hubungan Perlu diketahui bahwa pemasaran dengan melalui internet ini merupakan suatu alat yang bagus untuk dapat membangun hubungan dengan para calon konsumen dan pelanggan tetap. Hal tersebut dikarenakan perusahaan dapat melakukan interaksi dengan para audiens untuk dapat mempelajari tentang kebutuhan dan keinginan mereka yang lebih spesifik. Selain itu juga untuk membangun database konsumen. Apabila perusahaan mampu membangun database konsumen, maka pemasaran yang dilakukan akan semakin tepat sasaran atau efektif. 3. Membutuhkan Biaya yang Tidak Terlalu Besar Apabila dibandingkan dengan melakukan pemasaran di televisi, baliho, dan radio, internet marketing ini bisa dibilang tidak membutuhkan modal atau biaya yang besar. Hal tersebut dapat dibuktikan yang dilakukan dari sebuah riset bahwa internet marketing ini mampu menekan anggaran sebesar 40%. Oleh karena itu setiap pelaku usaha baik itu kecil, menengah, maupun besar mampu mempromosikan bisnisnya. 4. Audiens Lebih Tertarget Relevan Ketika kamu melakukan promosi secara konvensional, kamu tidak dapat mengetahui performa promosi dan juga kualitas para audiens nya. Hal tersebut dikarenakan para audiens televisi, radio, koran, dan baliho terlalu luas. Tentu saja hal tersebut tidak efektif atau kurang tertarget. Akan tetapi dengan menggunakan pemasaran melalui internet kamu bisa membidik dan mampu menghasilkan audiens yang relevan dengan produk yang kamu tawarkan. Misalnya saja dengan menggunakan social media marketing, kamu bisa melakukan targeting audiens mulai dari uisa, minat, lokasi, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan produk yang kamu tawarkan. 5. Performa Mudah Diukur Seperti yang sudah sedikit disinggung pada poin 4 sebelumnya, bahwa promosi dengan menggunakan internet ini lebih mudah untuk diukur performanya atau efektivitasnya. Dengan melakukan pemasaran konvensional kamu tidak bisa mengetahui seberapa besar pengaruh promosi yang kamu buat terhadap audiens. Akan tetapi jika kamu melakukan pemasaran online, kamu bisa dengan mudah mengukur efektivitas atau performa dari promosi yang kamu buat. Hal tersebut dikarenakan setiap tools atau platform yang kamu gunakan dalam melakukan pemasaran online sudah dilengkapi dengan fitur untuk melakukan analisis. Misalnya saja Facebook Ads, yang sudah dilengkapi dengan fitur analitik yang bisa memungkinkan kamu untuk memonitor berbagai metrik pemasaran seperti views, click through rate CTR, dan lain sebagainya. Berdasarkan yang disampaikan oleh Rafi Mohammed 20034 terdapat beberapa komponen yang ada di dalam internet marketing, yaitu sebagai berikut. 1. Proses Sama seperti program pemasaran konvensional, pemasaran dengan melalui internet juga melibatkan suatu proses. Berikut ini merupakan 7 tahapan dari proses internet marketing atau pemasaran online. Membentuk peluang pasar. Menyusun strategi pemasaran. Merancang pengalaman konsumen. Membangun hubungan antarmuka dengan konsumen. Merancang program pemasaran. Meningkatkan informasi konsumen melalui teknologi. Mengevaluasi hasil internet marketing secara keseluruan. 2. Membangun dan Mempertahankan Hubungan dengan Konsumen Membangun dan juga mempertahankan hubungan dengan calon konsumen dan pelanggan setia adalah tujuan dari pemasaran. Dalam hal ini terdapat 3 tahapan hubungan dengan pelanggan, yaitu sebagai berikut Awareness Exploration Commitment Perlu diketahui bahwa program pemasaran bisa dikatakan sukses jika mampu mengarahkan calon konsumen sampai pada tahapan komitmen pada perusahaan penjualan / pelanggan setia. 3. Online Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa internet marketing merupakan pemasaran yang dilakukan melalui jaringan internet. Artinya pemasaran ini dilakukan dalam jaringan internet atau online. Apabila tidak terdapat jaringan internet, maka tidak akan bisa melakukan internet marketing. 4. Pertukaran Dampak atau hasil yang diharapkan dari pemasaran dengan melalui internet adalah adanya pertukaran baik itu pertukaran informasi maupun pertukaran antara uang dengan produk penjualan. 5. Pemenuhan Kepuasan Kebutuhan Dengan melakukan pemasaran online, pemenuhan kepuasan kebutuhan kedua belah pihak akan lebih cepat terpenuhi. Bagi perusahaan yang memakai pemasaran online dapat menggapai tujuan perusahaan seperti meningkatkan pendapatan, pangsa pasar semakin luas, dan lain sebagainya. Bagi konsumen dapat terpenuhinya kebutuhannya seperti memperoleh informasi dengan lebih cepat. Tahapan Internet Marketing Perlu kamu ketahui bahwa internet marketing mempunyai banyak teori dan model. Salah satunya adalah apa yang disampaikan oleh Rafi Mohammed et al 20039 yaitu teori seven stage of internet marketing. Dalam teori ini dijelaskan bahwa terdapat 7 tahapan internet marketing, yaitu sebagai berikut. Tahap 1 Farming the Market Opportunity Pada tahap pertama dalam internet marketing ini meliputi analisis peluang pasar dan mengumpulkan data baik itu secara online maupun offline dengan tujuan untuk membentuk atau menciptakan peluang pasar. Terdapat beberapa langkah atau tahapan yang dapat dilakukan untuk membentuk atau menciptakan peluang pasar, yaitu sebagai berikut. 1. Investigate Opportunity in an Existing of New Value System Langkah atau tahapan yang pertama yaitu melakukan identifikasi atau menyelidiki peluang yang ada pada nilai sistem, baik sistem yang sudah ada berjalan atau sistem yang baru. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi secara luas daerah mana yang sekiranya akan dimasuki oleh perusahaan baru untuk memulai bisnisnya atau perusahaan lama untuk bisa melakukan ekspansi. Selain itu, peluang apa saja yang bisa didapatkan untuk memungkinkan perusahaan masuk ke pasar. 2. Identify Unmet of Underserve Customer Needs Tahapan selanjutnya adalah melakukan identifikasi mengenai kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi. Pada tahapan ini dituntut adanya inovasi dalam menciptakan nilai baru yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan calon konsumen pelanggan yang lebih baik. Perlu diingat bahwa para pelanggan bisa saja berpindah atau beralih ke produk barang dan/atau jasa perusahaan lain jika perusahaan tidak mampu memenuhi kebutuhan dan mengkomunikasikan nilainya secara efektif kepada pelanggan. Kunci pada tahapan ini adalah melakukan identifikasi salah satu dari kebutuhan yang tidak terpenuhi atau kebutuhan yang sudah terpenuhi namun dengan menggunakan cara yang lebih baik. 3. Determine Target Customer Segments Segmentasi pasar adalah proses pengelompokkan para pelanggan dengan didasarkan pada kesamaan yang ada pada mereka. Tujuan dari dilakukannya segmentasi pasar yaitu untuk melakukan identifikasi kombinasi dan berbagai variabel pasar yang akan menghasilkan pengelompokkan konsumen yang actionable dan meaningful. Dalam hal ini perusahaan perlu untuk mengetahui beberapa hal, yaitu Konsumen yang menjadi targetnya. Penawaran menarik yang akan diberikan kepada konsumen. Dan berbagai batasan yang harus dilewati perusahaan untuk mengajak para konsumen ikut serta dalam penawarannya. Terdapat beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk dapat menentukan segmentasi pasar, yaitu sebagai berikut. Jenis Segmentasi Keterangan Contoh Variabel Geografis Membagi target pasar ke dalam beberapa unit – unit geografis. Negara Kota Wilayah area ISP domain Dan lainnya Demografis Membagi target pasar berdasarkan pada berbagai nilai demografis. Umur Jenis kelamin Pekerjaan Etnis Pendapatan Status keluarga Taraf hidup Jenis browser Dan lainnya Firmografis Membagi target pasar berdasarkan pada variabel perusahaan yang detail atau spesifik. Jumlah karyawan Ukuran perusahaan Dan lainnya Perilaku Membagi target pasar berdasarkan pada perilaku konsumen dalam membeli dan juga menggunakan produk. Belanja offline atau online Belanja di marketplace Belanja di media sosial Belanja di website Dan lainnya Peristiwa Situasi Membagi target pasar dengan berdasarkan pada situasi yang mampu menghasilkan adanya kebutuhan, pembelian, atau pemakaian produk. Peristiwa rutin Peristiwa khusus Dan lainnya Psikografi Membagi target pasar dengan berdasarkan pada gaya hidup atau kepribadian konsumen. Gaya hidup Kepribadian Affinity Dan lainnya Manfaat Membagi target pasar berdasarkan pada manfaat atau kualitas yang dicari konsumen dari sebuah produk. Fungsi Kenyamanan Ekonomis Kualitas Dan lainnya 4. Assess Resource Requirments to Deliver the Offering Tahapan atau langkah yang keempat adalah menilai sumber daya yang diperlukan untuk memberikan penawaran. Pada tahapan keempat ini, perusahaan perlu melakukan identifikasi sumber daya yang mampu ditawarkan kepada para pelanggan serta teknologi yang diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan. Sumber daya yang berasal dari perusahaan terdiri dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut. Customer Facing Resources Sumber daya perusahaan ini terdiri dari brand name, sales force yang terlatih dengan baik, dan berbagai macam saluran distribusi. Internal Sumber daya perusahaan ini berhubungan dengan operasi internal perusahaan seperti teknologi, skala ekonomi, sumber daya manusia yang berpengalaman, dan pengemangan produk. Upstream Sumber daya perusahaan yang satu ini berkaitan dengan hubungan atau relasi perusahaan dengan para supplier atau pemasoknya. 5. Assess Competitive, Technology, and Financial Attractiveness of Opportunity Tahapan yang kelima adalah melakukan penilaian mengenai kekuatan persaingan, teknologi, dan keuangan perusahaan terhadap peluang. Terdapat beberapa faktor yang bisa dipakai perusahaan untuk melakukan penilaian peluang, yaitu sebagai berikut. Competitive Intensity Dalam setiap industri tentu saja perusahaan banyak menghadapi persaingan maupun ancaman dari para pesaingnya. Dalam hal ini perusahaan harus bisa melakukan beberapa analisis dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh para pesaingnya dalam industri yang sama. Customer Dynamics Sangat penting bagi perusahaan untuk selalu melakukan analisa pada setiap perubahan yang berkaitan dengan pelanggan. Hal tersebut dikarenakan sifat pelanggan yang dinamis menjadi salah satu tolak ukur dalam mengembangkan perusahaan. Jika perusahaan mampu memanfaatkannya dengan cara memenuhi setiap kebutuhan dari para pelanggan, maka perusahaan akan dimudahkan dalam pengembangan yang lainnya. Technology Vulneralbility Perkembangan teknologi yang semakin maju dari waktu ke waktu harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam melihat apa yang bisa dimanfaatkan dalam mengembangkan potensi yang ada dalam perusahaan. Artinya perusahaan harus mampu membuat penilaian tingkat tinggi dalam konsep yang rentan terhadap trend teknologi, sebagai penetrasi peluang teknologi dan dampak teknologi baru dalam memberikan nilai value. Microeconomics Dalam hal ini perusahaan perlu memperkirakan level dari peluang keuangan. Penilaian terhadap peluang keuangan perusahaan ini dapat dilihat melalui ukuran atau volume pasar dan profitability. 6. Conduct Go / No Go Assesment Pada tahapan terakhir ini dibahas tentang pengambilan keputusan akhir berdasarkan pada setiap peluang yang ada yang berhasil dianalisis oleh perusahaan. Peluang tersebut nantinya akan dijadikan sebagai tolak ukur atau landasan apakah go or no go bagi perusahaan untuk menerapkan e-marketing or internet marketing. Dalam menentukan keputusan akhir apakah go or no go terdapat 3 parameter tolak ukur, yaitu sebagai berikut Faktor Positif Adalah faktor yang mendukung bagi terselenggaranya internet marketing. Faktor Netral Adalah faktor yang berada di antara faktor positif dan negatif, akan tetapi lebih cenderung pada faktor yang mendukung atau positif. Faktor Negatif Adalah faktor yang kurang mendukung bagi terselenggaranya internet marketing. Tahap 2 Formulating the Market Strategy Setelah tahapan sebelumnya sampai pada tahapan mengambil keputusan go or no go, maka tahapan yang kedua ini adalah menentukan strategi internet marketing. Pada tahapan ini terdapat 3 komponen utama yaitu segmentation, targeting, dan positioning. Tahapan ini juga kemudian di dukung oleh program pemasaran yang melibatkan putusan yang berhubungan dengan marketing mix bauran pemasaran yang terdiri dari price, product, promotion, dan distribution. 1. Segmentation Pada tahap pertama tepatnya di determine target customer segments, sudah dibahas tentang segmentasi pasar. Perlu diketahui, untuk segmentasi ini terdapat 4 kemungkinan, yaitu sebagai berikut. No Change No change merupakan kemungkinan yang memperlihatkan hasil yang sama setelah dilakukannya internet marketing online dengan pemasaran offline dan tidak menunjukkan segmen baru yang signifikan. Selain itu ukuran segmentasi pasar secara online masih tetap sama seperti segmentasi pasar secara offline. Market Expansion Market expansion merupakan kemungkinan dimana setelah dilakukannya internet marketing, karakteristik segmentasi pasar masih sama seperti pemasaran offline, namun ukuran segmentasi pasar mengalami perubahan. Market Reclassification Market reclassification merupakan kemungkinan dimana setelah dilakukannya internet marketing, karakterisitik segmentasi pasar mengalami perubahan, namun ukuran segmentasi pasar tidak mengalami perubahan yang signifikan dari pemasaran offline. Reclassified Expansion Reclassified expansion merupakan kemungkinan dimana setelah melakukan internet marketing, karakteristik segmentasi pasar dan ukuran segmentasi mengalami perubahan yang signifikan. 2. Targeting Perlu diketahui bahwa dalam menentukan target segmentasi pasar, terdapat 4 skenario berbeda, yaitu sebagai berikut. Blanked Targeting Dalam hal ini karakteristik segmentasi internet marketing tidak mengalami perubahan dari segmentasi pemasaran offline. Akan tetapi segmentasi pemasaran online semakin luas, misalnya seperti meningkatnya jangkauan geografis. Beachhead Targeting Segmentasi pemasaran online lebih kecil daripada segmentasi pemasaran offline, yang mungkin saja mewakili suatu kelompok rasa atau selera yang lebih fokus. Hal tersebut mungkin saja terjadi, apabila hanya sebagian dari konsumen yang mengakses internet untuk melakukan pembelian. Bleed Over Targeting Pada skenario bleed over targeting ini dijelaskan bahwa target segmentasi pemasaran online meliputi sebagian dari segmentasi pemasaran offline. Selain itu juga memasukkan segmentasi baru yang belum ada sebelumnya pada pemasaran offline. Segmentasi yang ditargetkan ini mencakup individu – individu yang diabaikan sebelumnya pada pemasaran offline, tetapi menjadi target karena sistem pemasaran online menawarkan hal yang menarik bagi konsumen tersebut. New Opportunity Targeting Pada skenario new opportunity targeting ini dijelaskan bahwa target segmentasi pemasaran online berbeda tidak ada yang sama dari target segmentasi ketika perusahaan menjalankan pemasaran secara offline. Apabila skenario targeting ini dipilih, artinya perusahaan sudah mempunyai produk yang berbeda dengan produk yang dipasarkan secara offline. 3. Positioning Skenario dari pendekatan positioning yang didasarkan pada pilihan skenario targeting dibagi menjadi 4, yaitu sebagai berikut. Tahap 3 Designing the Customer Experience Tahap internet marketing yang ke 3 adalah designing the customer experience. Pengalaman pelanggan atau customer experience adalah persepsi dan juga interpretasi yang ditargetkan terhadap konsumen pada berbagai rancangan yang dialami ketika melakukan interaksi dengan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan perlu memahami jenis pengalaman pelanggan yang harus dihasilkan untuk dapat memenuhi peluang pasar. Dalam mendesain pengalaman pelanggan ini, terdapat 3 tahapan yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut. 1. Functionality Pada tahapan yang pertama ini perusahaan dituntut untuk dapat membuat dan memastikan situs yang dibuat akan bekerja dengan baik. Pada tahapan ini terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk membuat situs bekerja dengan baik, yaitu sebagai berikut. Usability and ease of navigation Hal ini dapat diukur dari seberapa baik suatu situs web dalam mengantisipasi berbagai kebutuhan pemakai yang dipengaruhi oleh berbagai elemen seperti load speed, struktur halaman, dan desain grafiknya. Speed Speed ini berhubungan pada waktu yang diperlukan untuk dapat menampilkan suatu halaman website pada layar pemakai. Realibility Mencerminkan tingkat dimana suatu situs wen mengalami periode downtime atau waktu ketika pengunjung tidak bisa mengakses web tersebut karena adanya pemeliharaan yang direncanakan atau kerusakan sistem. Security Security ini berkaitan dengan apakah suatu website aman, apakah data pribadi pengguna terjaga dengan baik, dan mampukah website tersebut dipercaya apabila pengguna menyerahkan informasi penting seperti password, username, dan lain sebagainya. Perlu kamu ketahui bahwa pada saat kenyamanan dan juga keamanan dikombinasikan, maka akan menghasilkan pengalaman pelanggan yang ditingkatkan. Media Accessibility Berkaitan dengan kemampuan situs website dalam mengambil data dari berbagai platform media. 2. Intimacy Pada tahapan ini perusahaan berupaya untuk membuat para pelanggan merasa bahwa perusahaan sudah sangat memahami kebutuhan dan keinginan mereka. Terdapat beberapa hal yang dapat membuat para pelanggan semakin dekat dengan perusahaan, yaitu sebagai berikut. Customization Customization ini berkaitan dengan kemampuan suatu situs web untuk merubah dirinya sendiri sesuai dengan kinginan dari setiap pengguna. Customization yang dilakukan atau dikelola oleh pihak perusahaan disebut dengan tailoring. Sedangkan customization yang dilakukan atau dikelola oleh pengguna disebut dengan personalization. Communication Communication disini berkaitan dengan percakapan atau dialog yang terjadi antara situs web dengan penggunanya. Dalam hal ini terdapat beberapa communication yang dapat terjadi, yaitu Communication yang terjadi dari perusahaan ke pengguna seperti notifikasi email. Communication dari pengguna ke perusahaan seperti permintaan customer service. Communication yang terjadi secara 2 arah, seperti instant messaging. Clearly Dalam hal ini komunikasi yang baik membutuhkan suatu pencapaian yang tinggi pada pihak online vendor. Consistency Consistency ini berkaitan dengan tingkat pengalaman pelanggan pada suatu situs web dapat berulang terus dari waktu ke waktu. Trustworthiness Berkaitan dengan tingkat kepercayaan yang diberikan oleh para pelanggan atau pengguna terhadap situs web, salesperson, dan perusahaan. Exceptional Value Berkaitan dengan penawaran nilai tambah lain yang ditawarkan oleh perusahaan, sehingga pelanggan tersebut tidak akan mudah dibujuk oleh perusahaan lain. Shift Consumption to Leasure Activity Berkaitan dengan para pelanggan yang sudah tidak lagi merasa bahwa mengunjungi website sebagai suatu tugas atau beban, melainkan sebagai kunjungan untuk kesenangan. 3. Evangelism Pada tahapan ini perusahaan mampu membuat para pelanggan menjadi penyebar informasi tentang situs perusahaan. Artinya secara tidak langsung para pelanggan mempromosikan perusahaan kepada relasi, kerabat, dan orang – orang yang berada di sekitarnya. Pada tahapan akhir ini, para pelanggan berperan sebagai para pewarta. Hal tersebut karena para pelanggan sudah terinternalisasi akan pengalamannya sehingga mereka tidak sabar untuk berbagai cerita dengan orang lain. Tahap 4 Crafting the Customer Interface Tahap internet marketing yang ke 4 adalah crafting the customer interface. Interface adalah suatu representasi virtual dari pemilihan nilai proposisi suatu perusahaan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa internet pada saat ini sudah mengubah tempat pertukaran dari marketplace seperti interaksi face to face menjadi marketspace seperti transaksi screen to face. Perbedaan utama dari sifat hubungan pertukaran tersebut pada saat ini ditengahi oleh interface teknologi. Dengan adanya perpindahan yang terjadi dari hubungan antarmuka people mediated menjadi technology mediated, terdapat beberapa pertimbangan perancangan interface. Dalam melakukan perancangan interface yang baik dapat menggunakan kerangka kerja 7C 7C’s frameworks. Kerangka kerja 7C ini merupakan cara untuk melakukan identifikasi perancangan tampilan utama yang dihadapi pada saat mengimplementasikan model bisnis. Berikut ini merupakan elemen – elemen dari kerangka kerja 7C. 1. Context Dalam hal ini suatu halaman website haruslah mampu menangkap estetika dan mempunyai fungsi untuk melihat dan merasakan. Terdapat beberapa situs website yang menitikberatkan fokus utamanya pada penampilan grafik, warna, dan desain yang menarik. Ada pula yang sudah menekankan pada berbagai tujuan yang bisa bermanfaat, seperti membuat navigasi. 2. Content Konten dalam hal ini dapat diartikan sebagai semua hal yang mempunyai sifat digital dalam sebuah situs web. Tentunya media ini dapat berupa teks, video, audio, gambar, ataupun grafik yang mampu menyampaikan pesan dengan sebaik mungkin. 3. Community Dalam hal ini komunitas merupakan ikatan hubungan yang terjadi antara sesama pelanggan karena mempunyai ketertarikan yang sama terhadap sesuatu. 4. Customization Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa customization dalam hal ini merupakan kemampuan dari suatu situs dalam memberikan bentuk yang berbeda untuk setiap konsumen. Atau mampu memberikan kebebasan kepada konsumen untuk membuat personalisasi dalam website. 5. Communication Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa komunikasi ini berkaitan dengan percakapan atau dialog yang terjadi antara situs web dengan penggunanya. 6. Connection Connection adalah kemampuan situs web untuk berpindah dari suatu webpage ke webpage yang lainnya atau website lainnya dengan onclick baik pada teks, gambar, atau toolbars. 7. Commerce Commerce adalah kemampuan dari situs web dalam melakukan suatu transaksi yaitu dengan adanya fitur shopping charts, pilihan pembayaran, pemeriksaan, konfirmasi pesanan, pengiriman, dan lain sebagainya. Tahap 5 Designing the Marketing Program Tahap internet marketing yang ke 5 adalah designing the market program. Setelah melalui tahap 1 sampai dengan 4 seharusnya perusahaan sudah mempunyai arah strategi yang jelas. Pada tahapan ke-5 ini perusahaan melakukan perancangan program pemasaran atau mendesain serangkaian tindakan pemasaran. Hal tersebut dengan tujuan untuk memindahkan target konsumen dari mempunyai kesadaran awareness terhadap produk menjadi komitment. Dalam hal ini terdapat beberapa hubungan antara perusahaan dengan pelanggan, yaitu sebagai berikut. Awareness Tahap kesadaran ini merupakan tahapan dimana pelanggan mempunyai informasi dasar, pengetahuan, atau pandangan mengenai perusahaan atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan, namun belum mulai melakukan komunikasi dengan perusahaan. Exploration Tahap eksplorasi ini adalah tahapan dimana pelanggan mulai melakukan komunikasi dan tindakan yang memungkinkan keberlanjutan hubungan yang lebih dekat. Dalam hal ini pelanggan mulai tertarik untuk menjelajahi website perusahaan atau media penjualan lainnya yang digunakan oleh perusahaan untuk mencari informasi. Commitment Pada tahapan komitmen ini melibatkan adanya tanggung jawab atas produk ataupun perusahaan. Pada saat pelanggan mempunyai komitmen, maka pelanggan akan secara berkala mengakses website perusahaan dan memberikan pandangan serta sikap yang menggambarkan loyalitasnya. Dissolution Tahapan pemutusan hubungan ini muncul pada saat satu atau kedua belah pihak memutuskan hubungan. Internet Marketing Mix Internet marketing mix mempunyai 6 kelas lever yaitu product, pricing, communication, community, distribution, dan branding. Ke-6 kelas lever tersebut dapat dipakai untuk menciptakan kesadaran, eksplorasi, dan diharapkan pelanggan mempunyai komitmen terhadap penawaran perusahaan. 1. Product Produk adalah jasa atau barang fisik yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam membangun hubungannya dengan pelanggan, perusahaan bisa memakai berbagai produk lever untuk membangun awareness. Performa layanan yang baik dapat memungkinkan para pelanggan untuk melakukan eksplorasi hubungan yang lebih dalam. Dan penawaran yang dikustomisasi memungkinkan dapat memperkuat komitmen pelanggan terhadap perusahaan. 2. Pricing Price adalah sejumlah nilai yang harus dibayarkan oleh pelanggan untuk mendapatkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam hal ini terdapat berbagai pricing lever yang bisa dipakai oleh perusahaan dalam strategi penentuan harga produk yang ditawarkannya. Pricing lever ini bisa dipakai perusahaan untuk membawa pelanggan melalui 4 tahap dalam hubungannya dengan pelanggan. 3. Communication Komunikasi disini maksudnya adalah sebuah aktivitas menginformasikan kepada satu atau lebih kelompok target pasar tentang perusahaan dan juga produk yang ditawarkannya. Dalam hal ini komunikasi mencakup semua jenis komunikasi perusahaan dengan para pelanggannya termasuk internet marketing. Komunikasi ini dapat membuat para target pasar perusahaan menjadi aware dengan berbagai penawaran perusahaan. Selain itu juga mampu mendorong pada tahapan exploration, commitment, dan dissolution. 4. Community Komunitas adalah sebuah kumpulan berbagai hubungan yang terhubung dan terbentuk karena adanya suatu kesamaan minat. Dalam hal ini komunitas dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk membangun awareness, exploration, dan commitment. 5. Distribution Distribution adalah perantara perusahaan untuk memastikan bahwa informasi atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan bisa sampai kepada para pelanggan. Dalam hal ini luasnya cakupan saluran distribusi, dan juga pengiriman pesan dari berbagai saluran, akan berdampak pada awareness pelanggan dan semakin besarnya potensi untuk exploration terhadap perusahaan dan produknya. 6. Branding Dalam hal ini branding mempunyai 2 peranan dalam strategi pemasaran. Pertama, branding adalah hasil atau keluaran dari kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. Perlu diketahui bahwa program pemasaran dapat mempengaruhi bagaimana konsumen dalam menilai brand, dan nilainya. Kedua, branding adalah bagian dari setiap strategi pemasaran. Branding lever bekerja sama dengan lever pemasaran lainnya untuk menghasilkan pelanggan bagi perusahaan. Marketspace Matrix Marketspace matrix adalah suatu alat yang dapat dipakai untuk merancang berbagai kombinasi kegiatan marketing mix dengan tujuan untuk membuat para pelanggan awareness menjadi commitment. Tahap 6 Leveraging Customer Information Through Technology Tahap internet marketing yang ke 6 adalah leveraging customer information through technology. Pada tahapan ini perusahaan bisa menggunakan bantuan teknologi untuk memperoleh, menganalisa, dan juga memanfaatkan informasi tentang pelanggan. Dengan demikian, perusahaan akan lebih memahami dan juga mengenal para pelanggannya untuk dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mereka. Hal tersebut dapat diketahui dengan melakukan beberapa hal, yaitu sebagai berikut. 1. Marketing Research Marketing reasearch ini adalah alat yang dapat digunakan untuk membantu perusahaan untuk dapat memahami dan juga memenuhi keinginan dan kemauan dari para pelanggan. Yang dimana dengan melakukan marketing research ini perusahaan dapat memperoleh informasi tentang kualitas dan juga manfaat dari produk atau layanan yang diperlukan pelanggan. 2. Database Marketing Dalam hal ini database marketing sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan pelanggan. Dengan melakukan analisa pada informasi ini, perusahaan akan dapat memperkirakan respon pelanggan pada berbagai penawaran tertentu. Selain itu, perusahaan juga akan mampu membuat berbagai keputusan pemasaran yang didasarkan pada respon yang diharapkan. 3. Customer Relationship Management Customer relationship management CRM adalah alat yang dapat digunakan untuk menetapkan profitabilitas jangka panjang dari pelanggan dam memelihara pelanggan yang loyal terhadap perusahaan. Dalam hal ini informasi pelanggan adalah kekuatan dan sistem informasi pelanggan mampu membuat perusahaan meningkatkan kekuatan tersebut. Tahap 7 Evaluating Marketing Program Tahap internet marketing yang terakhir adalah evaluating marketing program. Pada tahapan terakhir ini perusahaan melakukan evaluasi pada semua program marketing yang sudah dilakukannya apakah mencapai sasaran atau belum. Untuk dapat melakukan evaluasi terhadap hasil internet marketing, perusahaan dapat menggunakan marketing metrics framework yang terdiri dari Financial Metrics Metrics ini digunakan untuk mengukur hasil dari bottom line dan berada pada tingkatan atau level yang paling menyeluruh. Financial matrics ini terdiri dari beberapa pengukuran yaitu sales, revenue, gross margin, profits, dan marketing spend. Customer Based Metrics Metrics ini digunakan untuk melihat kinerja pemasaran dalam membangun asset berbasis pelanggan yang mampu memberikan hasil finansial. Customer based metrics ini berkaitan dengan tahapan hubungan dengan para pelanggan yaitu awareness, exploration, commitment, dan dissolution. Implementation Metrics Implementation metrics ini digunakan untuk melihat seberapa efektif dan baiknya kinerja dari berbagai elemen dalam program marketing dalam membangun asset berorientasi pelanggan. Strategi Internet Marketing Dalam melakukan internet marketing atau pemasaran secara online, kamu dapat menerapkan beberapa strategi internet marketing yaitu sebagai berikut. 1. Membuat Website dan Blog Pada saat sekarang ini hampir semua bisnis sudah mempunyai website. Hal tesebut dikarenakan website merupakan online presence utama yang wajib dimiliki oleh suatu bisnis. Mengapa demikian? Berdsarkan hasil dari sebuah riset yang dilakukan oleh Verisign, sebanyak 84% konsumen lebih percaya pada bisnis yang sudah mempunyai website. Apabila dilihat dari segi fungsinya, website ini lebih fleksibel jika dibandingkan dengan sarana pemasaran yang lainnya. Hal tersebut dikarenakan perusahaan bisa membuat website sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Selain itu, perusahaan juga perlu untuk membuat blog dalam websitenya tersebut. Dalam hal ini blog bukan hanya sebagai sarana untuk hobi atau membuat jurnal saja. Melainkan, blog ini dapat digunakan sebagai sarana dalam internet marketing. Dalam pemasaran online, membuat blog bisa memberikan banyak manfaat untuk perusahaan. Pertama, pengunjung website bertambah. Dalam sebuh riset memperlihatkan bahwa bisnis yang mempunyai blog mampu meningkatkan jumlah pengunjung websitenya sebesar 55%. Kedua, mampu mendatangkan prospek bisnis. Dalam hal ini tentunya pengunjung blog belum tentu akan tertarik dengan produk yang ditawarkan perusahaan. Akan tetapi, perusahaan dapat membangun relasi atau hubungan dengan melalu konten. Apabila perusahaan mampu memberikan berbagai artikel yang bermanfaat bagi para pengunjung, tentunya mereka akan tertarik untuk mengikuti. Dengan demikian, perusahaan bisa mulai membangun hubungan timbal balik dengan mereka. Caranya adalah dengan menawarkan kepada para pengunjung untuk berlangganan konten melalui email. Dalam hal ini perusahaan akan mampu untuk mendapatkan database marketing yang sangat berharga. 2. Search Engine Optimization SEO Perlu kamu ketahui dalam pemasaran online mempunyai website dan membuat blog saja tidak lah cukup. Tanpa adanya optimalisasi, tentu saja akan kalah bersaing dengan website lainnya di mesin penelusuran. Supaya konten yang ada di website perusahaan berada pada halaman pertama dan yang paling atas di mesin penelusuran, maka sangat penting untuk perusahaan melakukan search engine optimization SEO. Dengan kata lain search engine optimization SEO adalah suatu proses meningkatkan visibilitas website di mesin pencari. Pada dasarnya SEO ini terdiri dari 2 bagian yaitu on page dan off page SEO. Setiap bagian tersebut tentu saja mempunyai teknik yang berbeda – beda. On page SEO adalah berbagai macam teknik optimasi search engine yang dilakukan dari dalam halaman atau konten. Teknik on page SEO misalnya seperti melakukan optimasi keyword, internal linking, serta pemakaian heading dan subheading. Sedangkan off page SEO adalah berbagai macam teknik optimasi search engine yang dilakukan dari luar halaman atau konten. Teknik off page SEO misalnya seperti external linking, share link content di media sosial, listing bisnis, dan lain sebagainya. Dalam hal ini peru diingat bahwa hasil dari SEO ini tidak akan langsung bisa dirasakan dalam waktu dekat. 3. Search Engine Marketing SEM Hampir sebagian orang yang mencari mengenai sebuah topi di mesin pencari terutama Google pernah menemukan tautan dengan label “iklan” seperti yang ada di gambar berikut ini. Itu merupakan contoh optimasi berbayar atau paid search result yang dilakukan dengan menggunakan strategi internet marketing SEM. Dalam melakukan SEM, perusahaan hanya perlu untuk melakukan riset keyword yang sesuai dengan bisnisnya. Dalam hal ini perusahaan bisa menggunakan tools keyword research seperti Ubersuggest maupun Ahrefs. Selanjutnya, perusahaan hanya perlu membayar kepada Google supaya menampilkan iklan situs pada setiap hasil penelusuran dengan menggunakan keyword yang sudah ditentukan. 4. Email Marketing Banyak orang yang mempunyai anggapan bahwa pemasaran dengan menggunakan email sudah ketinggalan zaman. Apalagi pada saat ini ada media sosial yang lebih sering dipakai oleh banyak orang untuk berkirim pesan. Perlu diketahui bahwa hal tersebut tidaklah benar. Sebuah riset yang dilakukan oleh McKinsey and Company memperlihatkan bahwa pemasaran menggunakan email ini 40% lebih efektif daripada menggunakan Facebook dan Twitter. Dalam hal ini terdapat 2 alasan yang melatarbelakangi hal tersebut, yaitu sebagai berikut. Pertama, sebanyak 73% konsumen menyatakan bahwa mereka lebih menyukai melakukan komunikasi dengan bisnis melalui email. Kedua, email dapat memungkinkan perusahaan untuk menciptakan atau membuat kampanye marketing yang lebih personal sesuai dengan target segmen pasar perusahaan. Selian itu, perusahaan juga bisa menuliskan nama target pasar atau calon konsumennya sebagai sebuah sapaan. Hal tersebut tentu saja akan membuat penerima email merasa diistimewakan dan besar kemungkinan penerima email akan ke tahapan commitment kepada perusahaan dan produknya. 5. Social Media Marketing SMM Pemasaran dengan menggunakan sosial media mungkin terlihat sederhana dibandingkan dengan strategi internet marketing lainnya. Akan tetapi dalam melakukan social media marketing ini perusahaan jangan asal – asalan. Supaya mendapatkan hasil yang maksimal, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu sebagai berikut. Lakukan analisa platform media sosial apa yang sering digunakan sebagian besar target pasar kamu. Cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengetahui hal ini adalah dengan memperhatikan para pesaing. Apabila akun media sosial milik pesaing yang berada di suatu platform media sosial mempunyai banyak audience, maka kamu bisa memasrkan produk pada media sosial tersebut. Menentukan tujuan yang jelas. Ini sangat penting, agar setiap hal yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Misalnya seperti kamu inggin menggunakan Facebook untuk memperkenalkan bisnis kamu kepada target pasar. Dengan demikian, kamu perlu untuk mengurangi intensitas promosi dan mulailah untuk memperbanyak konten yang memperlihatkan citra bisnis kamu. Mengetahui waktu yang tepat melakukan posting konten. Dalam menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran, sangat penting untuk mengetahui kapan target audiens menggunakan media sosial. Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Hubspot, para pengguna Facebook pada umumnya online antara jam 11 sampai jam 12 siang pada hari kerja. Waktu tersebut adalah waktu emas bagi kamu untuk melakukan posting konten. Hal tersebut dikarenakan pada jam tersebut akan banyak target audiens yang akan melihat konten pemasaran yang kamu buat. Akhir Kata Demikianlah sedikit pembahasan tentang internet marketing. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan saja dikolom komentar. Terimakasih.
tahapan membuat internet marketing setelah menentukan calon pembaca adalah